Saturday, 25 April 2026

Biodiesel B50 Siap Berlaku 1 Juli 2026, ESDM Susun Formula Harga

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan formulasi harga untuk bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) yang ditargetkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026. (24/4/26)

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa skema harga B50 akan mengacu pada regulasi yang telah berlaku, guna menjaga konsistensi kebijakan dan kepastian pasar.

Penetapan harga tersebut akan dilakukan secara berkala setiap bulan. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

“Penetapan harga mengikuti formula yang sudah ada, dan akan dirilis setiap bulan,” ujar Eniya saat meninjau Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 di Lembang.

Saat ini, pemerintah juga masih melakukan penghitungan komponen bahan bakar nabati berupa Fatty Acid Methyl Ester (FAME) bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas). Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan akurasi proyeksi hingga akhir tahun.

Menurut Eniya, penghitungan tersebut mencakup berbagai variabel, termasuk potensi penghematan serta dinamika harga minyak global yang terus berubah.

Dari sisi manfaat ekonomi, implementasi B50 diproyeksikan mampu meningkatkan nilai tambah minyak sawit mentah (CPO) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Program ini juga berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun pada 2026, meningkat dibandingkan target program B40 sebesar Rp140 triliun.

Terkait kesiapan pasokan, pemerintah memastikan ketersediaan bahan baku FAME dalam kondisi cukup untuk mendukung implementasi program pada pertengahan tahun ini.

“Dari sisi pasokan, kami terus melakukan penghitungan, namun secara prediksi kebutuhan FAME mencukupi,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan implementasi awal B50 dapat berjalan sesuai jadwal pada Juli 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan impor energi, di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi pasokan dan harga energi.

Saat ini, tingkat serapan biodiesel nasional telah mencapai sekitar 25 persen. Dengan implementasi B50, pemerintah menargetkan pengurangan impor energi secara signifikan melalui peningkatan porsi energi berbasis nabati.

(Amri-untuk Indonesia)