Friday, 17 April 2026

Produktivitas Kedelai Rendah, Indonesia Masih Bergantung Impor

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Kota Padang — Pakar Ilmu Tanah Universitas Andalas (Unand), Prof Dian Fiantis, menyebut rendahnya produktivitas kedelai dalam negeri menjadi salah satu faktor utama ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku tahu dan tempe. (14/4/26)

Ia menjelaskan, kondisi tanah tropis di Indonesia cenderung masam, memiliki kandungan bahan organik rendah, serta kadar besi dan aluminium tinggi yang menghambat ketersediaan unsur hara penting bagi tanaman kedelai.

“Persoalan kedelai nasional tidak sekadar terkait produksi, tetapi berakar pada kondisi tanah, iklim tropis, serta sistem budi daya yang belum optimal,” kata Prof Dian Fiantis.

Menurutnya, kondisi tersebut mengganggu penyerapan fosfor dan aktivitas bakteri penambat nitrogen pada akar kedelai, sehingga pembentukan protein tanaman tidak optimal.

Ia menambahkan, perbedaan iklim juga menjadi faktor pembeda signifikan dibanding negara produsen utama seperti Brasil dan Amerika Serikat yang memiliki fase kering pada periode pengisian biji.

Produktivitas kedelai Indonesia saat ini berada di kisaran 1,5–1,7 ton per hektare, masih tertinggal jauh dibanding negara lain yang dapat melampaui 3 ton per hektare.

(Amri-untuk Indonesia)