Thursday, 09 April 2026

Lhokseumawe dan Bontang Genjot Metanol untuk Penuhi Kebutuhan B50

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta — PT Pupuk Indonesia (Persero) akan membangun dua pabrik metanol di Lhokseumawe, Aceh, dan Bontang, Kalimantan Timur, sebagai bagian dari persiapan implementasi biodiesel B50 yang direncanakan mulai berlaku 1 Juli 2026. Langkah ini disampaikan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (7/4). (7/4/26)

Rahmad menjelaskan pembangunan dua fasilitas tersebut ditujukan untuk memperkuat suplai metanol domestik sekaligus mengurangi ketergantungan impor. Saat ini impor metanol Indonesia sekitar 1,5 juta ton per tahun dan berpotensi meningkat menjadi 2,5 juta ton jika tidak ada tambahan kapasitas produksi nasional. Dengan pabrik baru, Pupuk Indonesia memproyeksikan kemampuan konversi dari CPO menjadi biofuel dapat dipenuhi secara mandiri. Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas menjadi langkah strategis mengamankan kebutuhan jangka panjang industri energi berbasis biomassa.

Pemilihan lokasi Lhokseumawe dan Bontang didasari ketersediaan kawasan industri serta akses pelabuhan yang telah siap mendukung rantai pasok. Studi kelayakan telah rampung, sementara pasokan gas untuk pabrik Aceh diamankan melalui nota kesepahaman dengan Mubadala Energy. Untuk pabrik di Kalimantan Timur, proses pengamanan suplai gas masih berjalan. Kapasitas produksi telah ditetapkan, namun nilai investasi proyek masih dalam tahap finalisasi. Durasi pembangunan diperkirakan memakan waktu sekitar 40 bulan.

(Amri-untuk Indonesia)