Wednesday, 08 April 2026

Jalur KA di Bumiayu Kembali Dibuka Usai KA Bangunkarta Anjlok, KAI Minta Maaf ke Pelanggan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon memastikan jalur kereta api di Emplasemen Stasiun Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, yang sempat terganggu akibat anjloknya KA Bangunkarta pada Senin (6/4), kini sudah kembali dapat dilalui.

WhatsApp Image 2026 04 07 at 11.44.05

Meski demikian, operasional kereta di lokasi masih diberlakukan dengan kecepatan terbatas 20 kilometer per jam demi menjaga keselamatan perjalanan sambil menunggu kondisi jalur benar-benar normal.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, sejak insiden terjadi sekitar pukul 14.15 WIB, petugas langsung melakukan penanganan maksimal, baik terhadap evakuasi penumpang maupun proses pengangkatan gerbong yang keluar jalur.

“Petugas kereta api secara maksimal melakukan penanganan terhadap kereta tersebut mulai dari evakuasi penumpang dan evakuasi gerbong atau kereta yang anjlok,” kata Muhibbuddin dalam keterangan dan wawancara langsung, Selasa (7/4).

Menurut dia, proses penanganan berlangsung sekitar 11 jam. Tiga gerbong yang anjlok berhasil diangkat satu per satu dengan bantuan kereta penolong (kereta krin) yang didatangkan dari Dipo Lokomotif Cirebon dan Yogyakarta.

“Di sekitar jam 04.00 dini hari, tiga gerbong ini sudah bisa diangkat semua, sudah bisa di atas rel semua,” ujarnya.

KAI mencatat, jalur rel di lokasi kejadian kembali dapat dilalui mulai Selasa (7/4) pukul 04.08 WIB. Sementara itu, pembukaan penuh untuk dua jalur dilakukan secara bertahap setelah proses evaluasi teknis lanjutan.

Muhibbuddin menjelaskan, pada fase awal pascakejadian, kedua jalur rel sempat tidak bisa dilalui sehingga KAI harus melakukan rekayasa pola operasi untuk menjaga keberlangsungan perjalanan kereta.

“Karena kedua jalur tidak bisa dilalui, maka KAI melakukan rekayasa pola operasi,” katanya.

Dalam rekayasa tersebut, sejumlah perjalanan kereta yang seharusnya menuju arah Purwokerto dialihkan melalui jalur memutar ke arah Semarang lalu berbelok menuju Solo.

Sementara untuk penumpang yang menuju arah Purwokerto, KAI melakukan pengalihan perjalanan darat dari Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan menggunakan bus.

“Penumpang yang ke arah Purwokerto akan turun di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan, nanti dialihkan menggunakan bus menuju ke arah Purwokerto,” ujar Muhibbuddin.

Adapun penumpang dengan tujuan Solo, Yogyakarta, dan wilayah timur lainnya tetap melanjutkan perjalanan menggunakan kereta yang mereka tumpangi melalui jalur alternatif.

Muhibbuddin memastikan bahwa proses evakuasi penumpang berjalan dengan baik dan seluruh pelanggan terdampak telah ditangani seoptimal mungkin.

“Untuk penumpang sudah tertangani dengan baik,” katanya.

Ia juga menegaskan, hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun luka berat akibat insiden anjloknya KA Bangunkarta, baik dari unsur penumpang maupun awak kereta.

“Alhamdulillah sampai saat ini info yang kami dapatkan tidak ada korban, baik korban jiwa maupun korban luka berat, baik dari penumpang maupun dari awak KA,” ujarnya.

Terkait penyebab anjloknya kereta, KAI menyatakan masih menunggu hasil investigasi resmi.

“Untuk penyebab sampai saat ini masih akan dilakukan investigasi oleh KAI maupun oleh KNKT. Sementara untuk penyebab detailnya kami belum bisa menjelaskan,” kata Muhibbuddin.

Dalam siaran pers resminya, KAI Daop 3 Cirebon juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan operasional tersebut.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa insiden ini berdampak besar terhadap rencana perjalanan banyak pelanggan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih atas kesabaran serta pengertian yang telah diberikan,” ujar Muhib.

Akibat insiden ini, total terdapat 7 perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daop 3 Cirebon dibatalkan, sementara 27 perjalanan lainnya dialihkan melalui jalur memutar via Semarang.

Selain itu, untuk periode perjalanan 6 hingga 7 April 2026, KAI Daop 3 Cirebon telah memproses pembatalan sebanyak 273 tiket pelanggan.

Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memberikan pengembalian dana penuh (100 persen) bagi pelanggan yang membatalkan tiket akibat gangguan tersebut. Pengajuan refund dapat dilakukan di stasiun hingga 7x24 jam setelah jadwal keberangkatan.

Tak hanya itu, KAI juga menyiapkan service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan signifikan selama gangguan berlangsung.

“Namun dalam pelaksanaan berbagai upaya tersebut, kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan, terutama bagi yang mengalami keterlambatan signifikan saat berada di atas kereta, menunggu kepastian waktu keberangkatan, hingga mengantre untuk proses refund di stasiun. Kami juga menyadari bahwa penyiapan layanan service recovery (SR) di beberapa titik masih memerlukan peningkatan,” lanjut Muhib.

KAI menyebut, untuk sementara jalur hulu dan hilir di lokasi kejadian sudah dapat digunakan dengan pembatasan kecepatan 20 kilometer per jam. Kecepatan itu akan ditingkatkan secara bertahap setelah evaluasi teknis menyeluruh dilakukan.

“Untuk saat ini, pada jalur hulu dan hilir sudah dapat dilalui dengan kecepatan 20 km/jam. Kecepatan tersebut akan ditingkatkan secara bertahap menuju kondisi normal, seiring dengan evaluasi teknis yang ketat dan tetap mengedepankan aspek keselamatan perjalanan,” jelasnya.

Muhibbuddin menegaskan bahwa KAI akan menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pelayanan dan respons darurat ke depan.

“Kami terus berupaya memperbaiki seluruh aspek layanan, termasuk dalam penanganan kondisi krisis seperti ini. Bagi kami, pelayanan dan keselamatan pelanggan adalah yang utama. Kami menjadikan setiap tantangan sebagai bahan introspeksi untuk memperkuat sistem, meningkatkan kecepatan respons, dan menghadirkan perjalanan kereta api yang semakin andal,” tutup Muhibbuddin. (Saheel untuk  Indonesia)