lognews.co.id – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 32 di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Mei 2026 oleh pemerintah pusat.
Kepala SR Terintegrasi 32 Natuna, Bumi, mengatakan Natuna menjadi salah satu daerah di Kepulauan Riau yang telah menyatakan kesiapan untuk mendukung pembangunan sekolah tersebut.
Kesiapan itu, menurut dia, ditandai dengan telah disiapkannya lahan khusus oleh Pemerintah Kabupaten Natuna di kawasan Kompleks Masjid Agung Baitul Izzah sebagai lokasi pembangunan.
“Informasi terbaru yang saya dapatkan, pembangunan akan dimulai pada bulan Mei mendatang,” ujarnya saat dikonfirmasi dari Natuna, Selasa (7/4).
Ia menjelaskan, tahun ajaran baru 2026/2027 untuk Sekolah Rakyat akan dimulai pada Juli 2026, mengikuti kalender pendidikan nasional pada umumnya. Namun, gedung permanen sekolah diperkirakan belum dapat digunakan pada awal masa pembelajaran tersebut.
Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan sejak awal tahun ajaran.
Hal itu dilakukan karena ruang kelas yang tersedia saat ini diperkirakan belum mencukupi untuk menampung jumlah peserta didik baru yang akan direkrut.
Sesuai kebijakan pemerintah pusat, jumlah siswa baru yang direncanakan untuk direkrut mencapai 90 orang per jenjang pendidikan. Dengan demikian, total peserta didik baru di Natuna berpotensi mencapai sekitar 270 orang, mengingat Sekolah Rakyat mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Sebagai solusi sementara, pemerintah akan menyiapkan ruang kelas portabel sambil menunggu pembangunan gedung utama selesai.
Namun, pihak sekolah menargetkan jumlah penerimaan peserta didik baru di Natuna tidak akan terlalu padat agar proses belajar tetap lebih efektif.
“Target kami merekrut dari jenjang SD hingga SMA sekitar 100 siswa saja. Kami ingin setiap rombongan belajar tidak terlalu padat, sekitar 20 hingga 25 siswa per kelas,” kata Bumi.
Ia menambahkan, kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Natuna sebenarnya sudah mulai berjalan sejak 2025 dengan total sekitar 70 siswa dari seluruh jenjang pendidikan.
Jumlah tersebut saat ini terbagi ke dalam satu rombongan belajar tingkat SD, dua rombongan belajar tingkat SMP, dan satu rombongan belajar tingkat SMA.
Untuk sementara, proses pembelajaran masih memanfaatkan sebagian fasilitas yang tersedia di Asrama Haji Natuna.
Ke depan, untuk menampung siswa baru yang akan masuk, pihak sekolah berencana memanfaatkan kamar-kamar yang selama ini digunakan para guru di kompleks asrama tersebut.
Sementara itu, para tenaga pendidik akan dipindahkan ke tempat tinggal sementara di luar area asrama sambil menunggu pembangunan fasilitas baru selesai.
“Untuk sementara, kamar di Asrama Haji akan digunakan untuk siswa. Sedangkan guru akan kami carikan tempat tinggal di luar sambil menunggu fasilitas baru selesai,” ujarnya.
Dengan dimulainya pembangunan fisik pada Mei mendatang, Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna diharapkan dapat memperluas akses pendidikan yang lebih layak dan terintegrasi bagi anak-anak di wilayah perbatasan. (Saheel untuk Indoensia)



