Wednesday, 08 April 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.064 per Dolar AS, Dibayangi Eskalasi Konflik AS-Iran

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa pagi tercatat melemah 29 poin atau sekitar 0,17 persen menjadi Rp17.064 per dolar Amerika Serikat (AS), dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.035 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Menurut dia, sentimen global kembali memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengulang ancamannya untuk menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada Selasa (7/4). Ancaman tersebut dinilai menambah tekanan terhadap pasar keuangan, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Sebelumnya, Trump juga sempat memperingatkan bahwa militer AS dapat menghancurkan Iran dalam waktu singkat. Pada 30 Maret, ia bahkan menyatakan Washington akan menyerang sejumlah infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, dan fasilitas desalinasi, apabila kesepakatan damai tidak tercapai dan Selat Hormuz tidak kembali dibuka. Reuters juga melaporkan ancaman Trump pada 5 April terkait serangan terhadap infrastruktur Iran jika jalur pelayaran itu tetap tertutup.

Di sisi lain, Iran dilaporkan menolak gagasan gencatan senjata sementara dengan AS. Pemerintah Iran khawatir jeda konflik justru akan dimanfaatkan lawan untuk kembali menyusun kekuatan dan melanjutkan serangan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan Teheran hanya akan mempertimbangkan skema penghentian konflik yang disertai jaminan agar agresi tidak terulang kembali.

Lukman menilai, dengan perkembangan yang ada saat ini, pelemahan rupiah di kisaran Rp17 ribu masih tergolong wajar dan belum menimbulkan tekanan besar terhadap pasar keuangan domestik. Namun, ia menekankan bahwa Bank Indonesia (BI) tetap perlu menjaga volatilitas agar rupiah tidak bergerak terlalu dalam.

Berdasarkan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.100 per dolar AS dalam perdagangan hari ini. (Saheel untuk Indonesia)