lognews.co.id, Indramayu — Arus balik Lebaran 2026 di Stasiun Jatibarang terpantau ramai namun tetap terkendali pada 25 Maret 2026. Pemudik terlihat menunggu jadwal keberangkatan sambil membawa koper, tas, dan oleh-oleh khas daerah untuk kembali ke kota asal. Situasi antrean di peron berjalan tertib tanpa penumpukan berarti, memastikan alur pergerakan penumpang tetap lancar. (25/3/26)
Kepadatan arus balik ini menjadi bagian dari Liputan Mudik Prima FM bersama Daop 3, yang memantau langsung mobilitas penumpang di jalur utara Jawa Barat. Kepala UPT Stasiun Besar C Jatibarang Tomi Dwi Permana menyampaikan bahwa stasiun tengah mengalami lonjakan signifikan, dengan puncak arus balik terjadi sejak 24 Maret dan diperkirakan berlangsung hingga dua hari berikutnya. Aktivitas paling padat tercatat pada keberangkatan kereta jarak jauh menuju Jakarta dan berbagai kota di Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
Data stasiun menunjukkan sebelum Lebaran rata-rata penumpang naik dan turun berada di kisaran 500 orang. Namun puncaknya pada 24 Maret melonjak tajam menjadi 1.400 penumpang naik dan 900 penumpang turun. Pada 25 Maret jumlah penumpang naik sudah mencapai 1.200 orang dan masih berpotensi bertambah pada siang hingga sore hari seiring peningkatan mobilitas arus balik.
Mayoritas pemudik dari Jatibarang memilih kota tujuan Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Kereta menuju timur tercatat sebagai rute dengan okupansi tertinggi, terutama layanan yang berangkat menuju Surabaya. Arus balik tahun ini menunjukkan pola pergerakan yang relatif konsisten dengan tahun sebelumnya, dengan dominasi penumpang yang kembali bekerja dan belajar di kota-kota besar tersebut.
Pihak stasiun mengimbau penumpang membawa barang secukupnya, datang 30–60 menit lebih awal, dan meningkatkan pengawasan pribadi terutama bagi keluarga yang membawa anak. Penumpang juga diminta menjaga kondisi kesehatan dan menyiapkan kebutuhan perjalanan agar mobilitas arus balik berlangsung aman dan nyaman. Liputan ini menjadi bagian dari rangkaian Prima Liputan Mudik 2026 bersama Kereta Api Indonesia Daop 3, yang berfokus memberikan informasi lapangan aktual kepada pemudik.
(Amri-untuk Indonesia)



