Lognews201.com, Jakarta- Nasib orang siapa yang tahu, rejeki, jodoh ,maut hanya Tuhan yang tahu, manusia hanya berencana tapi Tuhan juga yang menentukan, kalimat yang mungkin sering kita dengar.
Seperti Siswanto, adalah mantan pengamen jalanan yang datang merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib (8/7/22) di rumahnya, Jalan Pengadegan Timur II RT 010 RW 001 No Kelurahan Pengadegan Jakarta Selatan.
Berawal kerja serabutan sampai dia menikah dan punya 6 anak saat itu yang masih kecil-kecil dari ikut bantu bantu dibengkel orang sampai menerima jasa cuci taplak meja dari perusahaan katering tetangganya, Siswanto ternyata belum bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, hingga turun ke jalanan menjadi pengamen jalanan, masuk dari kampung ke kampung hingga naik turun bis.
Hidup selalu dalam kekurangan tidak membuat Siswanto patah semangat bertahun tahun di jalani dengan gigih dan penuh semangat, dalam kekurangannya dirinya tetap bisa memberi manfaat buat orang lain.
Helmy sahabatnya bersyukur punya teman Siswanto, tinggal di rumah berdinding kayu ukuran 3 X 3 Meter di bantaran kali Ciliwung. tinggal dan pernah tidur bareng dengan Siswanto. Helmy mengaku mengenal Siswanto walau baru satu tahun berteman tapi seperti dianggap saudara kandung dan diberi modal usaha dalam bentuk barang hiasan dinding kaligrafi. Walau pada akhirnya tidak bisa lanjut karena dagangan Helmy terciduk satpol PP dan terpaksa " ngamen" ke kampung kampung bersama Siswanto.
Awal Siswanto mengalami titik pahit dalam hidupnya, pernah dirinya terciduk Satpol PP, dan sempat ditahan di Panti Sosial Cipayung Jakarta Timur serta pernah bermasalah dengan keluarga, sejak itu mulai mencoba mencari Tuhan dengan sering ke Masjid yang dulunya dia lalaikan karena ekonomi yang membuat dia harus keluar rumah dari pagi hingga malam hari untuk cari nafkah.
Ke sadaran hidup harus seimbang, dunia boleh di cari tapi Tuhan harus di dekati, agar beban hidupnya tidak terlalu di pusingkan dan serahkan semua kepada pemilik rezeki, saat melakukan shalat lima waktu, ditanya oleh Pengurus Dewan Keamanan Masjid Jammi Darul Mukhtar panjang lebar siapa dan apa pekerjaannya, lalu ditawarkanlah untuk jadi Marbot, karena niatnya untuk mengabdi lebih mendekat kepada Allah SWT dan jenuh di dunia "Ngamen" maka diterimalah Siswanto untuk jadi Marbot, tugasnya diawali untuk bersih bersih Masjid, dia ditemani dua orang Marbot sebelumnya, selang beberapa bulan lalu di minta untuk jadi muadzin yang sebelumnya dilakukan oleh pengurus masjid lainnya.
Hingga akhirnya ditahun kedua pengabdiannya, beliau diangkat jadi ketua Marbot dan memimpin Marbot sebelumnya, Hingga karena kepercayaan dan kerajinan Siswanto dalam mengurus masjid maka pihak pengurus Masjid salah satunya H.Muhammad bersama beberapa pengurus lainnya menawarkan kepadanya untuk diberangkatkan Umroh.
Sekilas tentang Siswanto, lelaki berusia 60 tahun ini sebelumnya tidak pernah solat dan untuk melantunkan Adzanpun masih terbata bata, hingga akhirnya banyak warga yang memuji dirinya karena sudah bisa membawakan adzan dengan mardu.
Dia berharap kisah sederhananya bisa jadi pelajaran buat para pembaca, bahwa segala sesuatu itu apapun itu niatkan dulu dan jangan lupakan segala urusan hanya kepada Tuhan. (Dunkz)



