lognews.co.id, Caracas – Pemerintah Venezuela menegaskan tidak pernah mempertimbangkan tawaran Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disebut ingin menjadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 AS. Penolakan itu disampaikan langsung oleh Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, di tengah meningkatnya tensi politik antara Caracas dan Washington. (13/5/26).
Rodriguez menegaskan rakyat Venezuela memiliki semangat kemerdekaan yang kuat dan tidak akan menyerahkan kedaulatan negaranya kepada pihak mana pun, termasuk Amerika Serikat.
“Hal itu tidak akan pernah dipertimbangkan, karena rakyat Venezuela mencintai kemerdekaan dan menghormati para pahlawan perjuangan bangsa,” ujar Rodriguez kepada wartawan usai menghadiri sidang di Mahkamah Internasional di Den Haag.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump kembali memunculkan gagasan kontroversial soal Venezuela. Trump bahkan dikabarkan serius mempertimbangkan menjadikan negara kaya minyak itu sebagai negara bagian baru Amerika Serikat.
Laporan tersebut pertama kali diungkap reporter Fox News John Roberts melalui media sosial X. Roberts mengaku baru saja berbicara langsung dengan Trump yang menyebut opsi itu sedang dipertimbangkan secara serius.
Trump sebelumnya juga sempat menulis di platform Truth Social miliknya pada Maret lalu bahwa “hal-hal baik sedang terjadi di Venezuela” dan menyinggung kemungkinan negara itu menjadi “State #51”.
Penangkapan Nicolas Maduro Jadi Pemicu Ketegangan
Situasi politik Venezuela memanas sejak pemerintah Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada 3 Januari 2026. Washington menuduh keduanya terlibat dalam berbagai kasus kriminal internasional.
Maduro menghadapi dakwaan federal berupa:
- Konspirasi terorisme narkoba
- Konspirasi impor kokain
- Kepemilikan senapan mesin dan bahan peledak
- Konspirasi kepemilikan senjata berat
Namun Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyebut dirinya sebagai “tawanan perang” dalam sidang dakwaan Januari lalu.
Di sisi lain, pemerintahan sementara Venezuela di bawah Rodriguez mulai membuka peluang investasi asing di sektor energi, khususnya minyak bumi. Pemerintah AS juga disebut mulai melonggarkan sebagian sanksi terhadap sektor minyak Venezuela.
Venezuela Tegaskan Kedaulatan Negara
Meski hubungan ekonomi kedua negara mulai mencair, Caracas tetap menolak keras segala bentuk intervensi politik maupun ide penggabungan wilayah.
Rodriguez menegaskan bahwa identitas nasional dan perjuangan kemerdekaan Venezuela merupakan harga mati yang tidak dapat dinegosiasikan.
Analis politik internasional menilai pernyataan Trump berpotensi memicu polemik baru di kawasan Amerika Latin, terutama karena Venezuela selama ini dikenal memiliki sejarah panjang ketegangan dengan Washington.
Selain itu, isu tersebut juga dinilai dapat memengaruhi stabilitas geopolitik dan pasar energi global mengingat Venezuela memiliki salah satu cadangan minyak terbesar di dunia.
Sementara Gedung Putih belum memberikan penjelasan rinci terkait pernyataan Trump. Juru bicara Gedung Putih Olivia Wales hanya menyebut hubungan Amerika Serikat dan Venezuela saat ini berada dalam fase “kemitraan baru” di sektor energi.
(Amri-untuk Indonesia)



