lognews.co.id – Para astronaut dalam misi Artemis II resmi mencatat sejarah sebagai manusia yang melakukan perjalanan paling jauh dari Bumi, setelah berhasil menyelesaikan manuver lintas mengitari Bulan dan kini tengah dalam perjalanan pulang.
Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menyebut wahana antariksa Orion yang membawa empat awak misi itu mencapai jarak maksimum sekitar 252.756 mil atau 406.771 kilometer dari Bumi. Capaian tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang awak Apollo 13 pada tahun 1970.
Empat awak misi tersebut terdiri atas astronaut NASA, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta astronaut Kanada Jeremy Hansen.
Dalam misi bersejarah ini, mereka berhasil mengamati sisi jauh Bulan, yakni wilayah permukaan Bulan yang tidak pernah terlihat langsung dari Bumi. Para astronaut juga menyaksikan fenomena gerhana Matahari dari perspektif luar angkasa, sekaligus mendokumentasikan sejumlah fitur permukaan Bulan selama lintasan berlangsung.
NASA menjelaskan, pesawat Orion melakukan pendekatan terdekat ke Bulan pada jarak sekitar 4.067 mil atau 6.545 kilometer dari permukaan, sebelum akhirnya memasuki lintasan kembali menuju Bumi. Misi ini merupakan penerbangan berawak pertama ke sekitar Bulan sejak era Apollo berakhir lebih dari lima dekade lalu.
Saat berbincang langsung dengan para awak misi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji keberhasilan penerbangan tersebut dan menilai misi itu menjadi langkah penting bagi agenda eksplorasi ruang angkasa Amerika Serikat ke depan.
“Sudah lama manusia tidak berada di sana, namun hal itu akan semakin sering terjadi karena kita akan melakukan banyak perjalanan,” kata Trump.
Ia juga menegaskan bahwa misi Artemis II menjadi fondasi penting untuk langkah berikutnya, termasuk target jangka panjang eksplorasi manusia ke Mars.
“Misi Anda membuka jalan bagi kembalinya Amerika Serikat ke permukaan bulan dalam waktu dekat,” ujarnya.
Artemis II merupakan misi berawak pertama dalam program Artemis milik NASA, yang dirancang sebagai tahapan uji coba sebelum misi pendaratan manusia ke permukaan Bulan pada tahun-tahun mendatang. Program ini juga diposisikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang Amerika Serikat untuk membangun kehadiran manusia secara berkelanjutan di Bulan, sekaligus mempersiapkan misi ke Mars. (Saheel untuk Indonesia)
Sumber: Anadolu



