lognews.co.id - Kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Republik Korea diwarnai momen hangat melalui pemberian kado unik untuk hewan peliharaan Presiden Lee Jae Myung, Rabu (1/4/2026). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan baju khusus untuk anjing peliharaan Presiden Lee yang secara kebetulan juga bernama Bobby. Kesamaan nama dengan kucing kesayangan Presiden Prabowo ini menjadi kejutan personal yang mempererat hubungan emosional kedua pemimpin bagi Rekan Prima.
Momen unik ini terjadi di Garden of Sangchungjae, Istana Kepresidenan Republik Korea, di mana suasana formal mencair akibat kejutan tak terduga tersebut. Seskab Teddy menyebutkan bahwa pendekatan diplomasi yang dilakukan tidak semata formalitas rapat, melainkan menyentuh sisi personal yang membekas di hati. Kejutan baju anjing ini sukses membuat Presiden Lee Jae Myung terkesan sekaligus memperlihatkan sisi humanis dari kepemimpinan Presiden Prabowo di kancah internasional.
Selain kado untuk "Bobby", Presiden Prabowo juga menghibahkan sejumlah kerajinan unggulan UMKM Indonesia sebagai wujud diplomasi ekonomi kreatif. Produk lokal seperti keris Bali dan guci keramik khas Jawa Timur diberikan guna memperkenalkan kekayaan budaya nusantara kepada publik Korea Selatan. Langkah ini dinilai efektif sebagai sarana promosi produk kreatif Indonesia di panggung global sekaligus memperkuat identitas budaya nasional di mata mitra strategis luar negeri.
Pendekatan diplomasi "Anabul" ini dinilai sebagai kekuatan baru yang mampu menghubungkan negara melalui rasa, bukan sekadar kepentingan angka dan kesepakatan tertulis. Seskab Teddy menekankan bahwa kedekatan emosional antar pemimpin merupakan fondasi penting bagi kerja sama bilateral yang lebih kokoh di masa depan. Sentuhan personal yang tulus ini memberikan kesan mendalam bagi hubungan diplomatik kedua negara yang kini terasa lebih hangat, cair, dan membumi.
Keberhasilan diplomasi ini membuktikan bahwa di tengah dinamika global yang dinamis, pendekatan humanis tetap menjadi instrumen vital dalam politik luar negeri. Indonesia dan Republik Korea diharapkan mampu meningkatkan sinergi di berbagai sektor strategis melalui hubungan personal yang telah terjalin erat antara kedua kepala negara tersebut. Strategi diplomasi yang ramah dan unik ini menjadi preseden baik bagi penguatan fondasi kerja sama internasional Indonesia ke depan secara berkelanjutan. (Amri-untuk Indonesia)



