Saturday, 04 April 2026

Trump Pecat Jenderal Militer AS di Tengah Perang Iran

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth memecat Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Randy George pada Kamis 2 April 2026 waktu setempat, sebuah langkah mendadak yang mengguncang struktur komando militer di tengah memanasnya konflik dengan Iran. Pentagon mengonfirmasi George—yang masih memiliki lebih dari setahun masa jabatan “akan pensiun efektif segera”, seraya menyampaikan apresiasi atas pengabdian militernya. (04/4/26)

Hegseth tidak hanya memberhentikan Randy George. Dua jenderal lain juga langsung dicopot hari itu: Komandan Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat Jenderal David Hodne serta Kepala Korps Kapelan Angkatan Darat Mayjen William Green Jr. Menurut sumber Pentagon, George diberi tahu melalui panggilan telepon ketika sedang mengikuti rapat dan segera menyampaikan kabar itu kepada stafnya.

Sejumlah pejabat senior menyatakan mereka baru mengetahui keputusan tersebut bersamaan dengan pengumuman publik, menilai langkah itu “tidak terasa seperti keputusan yang matang”, terlebih dilakukan saat Angkatan Darat memegang peran penting dalam sistem pertahanan udara terpadu dalam Perang Iran.

Pemecatan beruntun ini bukan pertama dalam era baru pemerintahan Donald Trump. Sebelumnya, Hegseth telah memecat Jenderal C.Q. Brown dari posisi Ketua Kepala Staf Gabungan, Admiral Lisa Franchetti dari Kepala Operasi Angkatan Laut, dan Jenderal James Slife dari Wakil Kepala Staf Angkatan Udara.

Pada hari yang sama, Presiden Donald Trump juga memecat Jaksa Agung Pam Bondi. Bondi disebut gagal meredam kasus Jeffrey Epstein dan tidak mampu membawa musuh politik Trump ke pengadilan. Posisi pelaksana tugas Jaksa Agung diisi Todd Blanche—mantan pengacara Trump—yang disebut sang presiden sebagai “pengacara sangat berbakat dan dihormati”. Trump juga dikabarkan mempertimbangkan Kepala EPA Lee Zeldin sebagai Jaksa Agung definitif.

Pemecatan masif ini berlangsung setelah Trump memberi sinyal akan meningkatkan tekanan militer terhadap Iran, memicu spekulasi bahwa reshuffle agresif di tubuh Pentagon dan Departemen Kehakiman merupakan bagian dari konsolidasi kendali strategis di saat eskalasi kawasan terus meningkat.

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Chris LaNeve diperkirakan menjadi pelaksana tugas Kepala Staf menggantikan Randy George.

(Amri-untuk Indonesia)