Thursday, 02 April 2026

AS Tarik Pasukan dari Iran dalam 2–3 Pekan, Trump Klaim Misinya Telah Tercapai

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pasukan AS akan ditarik sepenuhnya dari Iran dalam kurun dua hingga tiga pekan, menandai babak baru penghentian operasi militer yang berlangsung sejak 28 Februari 2026. Pernyataan tersebut ia sampaikan kepada wartawan di Washington, Selasa (31/3), seraya menegaskan keputusan itu sebagai akhir fase serangan langsung ke wilayah Iran. (1/4/26).

Trump menegaskan penarikan pasukan terjadi setelah AS menilai operasi udara bersama Israel telah mencapai tujuan strategis. Ia menyebut serangannya telah melemahkan kemampuan militer Iran dan membuat negara itu mundur secara signifikan. Menurut klaim Trump, Iran membutuhkan “15 hingga 20 tahun” untuk memulihkan kekuatan militernya, meski pernyataan tersebut belum diverifikasi lembaga independen mana pun.

Ketegangan Iran dan Amerika memicu lonjakan harga energi dunia karena berdampak pada terhambatnya pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini menjadi rute vital pengiriman minyak dunia. Trump menyampaikan bahwa negara-negara seperti Prancis atau pihak mana pun yang ingin mengamankan minyak maupun gas dari kawasan, harus mengambil risiko sendiri ketika melintasi Selat Hormuz. Ia menegaskan AS tidak lagi memosisikan diri sebagai penjaga jalur energi global dan meyakini negara-negara tersebut dapat menjaga keamanan perairan strategis tersebut secara mandiri.

Trump mengklaim tujuan utama Washington untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir telah tercapai. Namun komunitas intelijen internasional belum memberikan konfirmasi resmi terkait pernyataan tersebut. Meski demikian, Trump menyebut pihaknya tidak menutup pintu perundingan, tetapi berharap Iran terlebih dulu kembali dalam kondisi yang ia sebut “lebih moderat” pasca wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan awal konflik.

Sambil menegaskan penarikan pasukan berlangsung cepat, Trump memastikan keputusan itu tidak mengubah sikap strategis AS di kawasan, termasuk komitmen keamanan terhadap sekutu-sekutu Teluk. Namun penarikan pasukan berskala besar dalam waktu singkat berpotensi mengubah lanskap geopolitik regional, terutama jika stabilitas Selat Hormuz tidak pulih dalam waktu dekat.

(Amri-untuk Indonesia)