lognews.co.id, Jakarta – Masyarakat yang lahir pada rentang tahun 1992 hingga 1996 kini kerap disebut sebagai Zillenial, yaitu generasi perantara yang berada di antara generasi Milenial dan Gen Z.
Istilah tersebut merujuk pada kelompok usia yang tumbuh di masa transisi besar, saat dunia bergerak dari era analog menuju digital. Karena mengalami dua fase perkembangan teknologi sekaligus, Zillenial dinilai memiliki kemampuan adaptasi yang kuat.
Tumbuh di Era Analog, Dewasa di Era Digital
Masa kecil generasi ini masih dekat dengan perangkat lama seperti kaset VHS, CD, televisi tabung, hingga koneksi internet dial-up. Mereka juga mengenal masa ketika telepon rumah, SMS berbayar, dan radio menjadi sarana komunikasi serta hiburan utama.
Namun saat memasuki usia remaja dan dewasa, mereka ikut mengalami ledakan teknologi digital. Zillenial menjadi pengguna awal berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, hingga TikTok.
Perubahan tersebut menjadikan generasi ini memahami sistem lama sekaligus cepat menyesuaikan diri dengan teknologi baru.
Punya Karakter Perantara
Karena berada di tengah dua generasi besar, Zillenial sering dipandang sebagai penghubung pola pikir antar usia.
Mereka cenderung:
- memahami gaya kerja yang lebih formal dan struktural seperti generasi Milenial
- cepat mengikuti tren serta budaya digital seperti Gen Z
- mampu berkomunikasi lintas usia dengan lebih fleksibel
- memiliki pengalaman hidup sebelum dan sesudah era digital masif
Nilai Tambah di Dunia Kerja
Kemampuan menyeimbangkan pola lama dan baru membuat Zillenial dianggap memiliki keunggulan dalam lingkungan kerja modern. Mereka terbiasa dengan perubahan sistem, belajar teknologi baru, tetapi tetap memahami proses manual dan komunikasi konvensional.
Pengalaman menghadapi keterbatasan teknologi di masa kecil juga disebut membentuk kesabaran, daya tahan, dan kemampuan problem solving.
Siap Hadapi Perubahan
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, Zillenial dipandang sebagai contoh bahwa kemampuan beradaptasi menjadi modal utama. Mereka memahami masa lalu, nyaman di masa kini, dan relatif siap menghadapi perubahan masa depan.
Istilah Zillenial sendiri terus populer karena menggambarkan kelompok generasi yang tumbuh di dua dunia berbeda dalam satu fase kehidupan. (Amri-untuk Indonesia)



