lognews.co.id — Sampah plastik menjadi ancaman terbesar pengelolaan lingkungan Indonesia, dengan komposisi 14% dari total sampah anorganik dan waktu urai mencapai ratusan tahun.
Pertumbuhan penduduk membuat volume sampah meningkat, sementara plastik tetap menjadi material paling banyak digunakan karena murah dan mudah diperoleh.
Sifat plastik yang sulit terurai menyebabkan pencemaran tanah dan air, termasuk penyumbatan sungai yang memicu banjir di berbagai daerah.
Racun mikroplastik menurunkan kesuburan tanah dan membahayakan biota seperti cacing serta hewan lain yang berperan sebagai pengurai.
Risiko kesehatan juga muncul dari dioksin dan bahan kimia plastik yang dapat memicu kanker, kerusakan organ, gangguan saraf, hingga masalah reproduksi ketika plastik terpapar panas atau dibakar tidak sempurna.
Pengurangan penggunaan plastik, daur ulang, serta pemakaian tas ramah lingkungan menjadi langkah mendesak untuk mengatasi krisis sampah plastik di Indonesia. (Amri-untuk Indonesia)



