الأربعاء، 04 شباط/فبراير 2026

Berokan, Seni Pertunjukan Rakyat yang Digemari Semua Lapisan Masyarakat

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Cirebon – Kesenian Berokan merupakan salah satu seni pertunjukan rakyat khas Jawa Barat yang tumbuh dan berkembang di wilayah Pantura, terutama Cirebon dan Indramayu. Seni tradisional ini digemari berbagai lapisan masyarakat karena memadukan unsur hiburan, simbol budaya, serta nilai spiritual dan sosial yang kuat.

Dalam sejarahnya, Berokan tidak hanya berfungsi sebagai tontonan, tetapi juga sarana syiar dan pembinaan nilai moral. Pada masa lalu, kesenian ini digunakan sebagai media penyebaran ajaran keagamaan dan pembentukan karakter masyarakat. Seiring perkembangan zaman, Berokan tetap lestari dan hadir dalam berbagai upacara adat serta kegiatan sosial, seperti ruwatan rumah, tolak bala, khitanan, pernikahan, hingga perayaan rakyat.

Secara etimologis, kata Berokan berasal dari istilah “barokahan” yang bermakna keselamatan atau keberkahan. Sosok Berokan digambarkan melalui topeng berbentuk kepala binatang, dengan karakter yang lucu, lincah, dan atraktif. Wujudnya merupakan perpaduan unsur beberapa hewan, seperti macan, ikan, dan kambing, yang mencerminkan simbol kekuatan, kelincahan, serta daya hidup.

Dalam pertunjukan, Berokan dimainkan oleh seorang dalang yang berada di dalam kostum. Dalang tersebut berinteraksi dengan seorang laden yang berperan sebagai lawan bicara. Dialog dan gerak Berokan diiringi suara khas menyerupai terompet yang dihasilkan dari alat kecil di mulut dalang.

Pertunjukan Berokan juga diiringi musik tradisional sederhana, seperti kendang, kencrekan, dan alat perkusi lainnya. Iringan musik tersebut menciptakan suasana dinamis yang memperkuat daya tarik pertunjukan sekaligus menjadi identitas seni rakyat Pantura Jawa Barat.

Hingga kini, Berokan tetap bertahan sebagai warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Keberadaannya bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai cermin identitas budaya lokal yang mengandung nilai sejarah, simbolik, dan sosial yang patut dilestarikan di tengah arus modernisasi.. (Amri-untuk Indonesia)