lognews.co.id, Malang – Turnamen pencarian bakat sepak bola wanita, MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025/2026 Seri 1 sukses digelar dengan melibatkan lebih dari 17 ribu pesepakbola putri usia dini dari berbagai daerah di Indonesia. Kesuksesan tersebut berlanjut dengan digelarnya MLSC Seri 2 yang akan berlangsung di 12 kota, salah satunya Kota Malang. (19/1/26)
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan turnamen ini dirancang sebagai wadah kompetisi yang terstruktur dan berjenjang bagi pesepakbola wanita Indonesia. Menurutnya, kesinambungan turnamen menjadi kunci utama dalam proses pembinaan atlet sejak usia dini.
“Turnamen ini kami rancang sebagai program jangka panjang. Setelah Seri 1 berjalan di 10 kota, kami lanjutkan ke Seri 2 agar para peserta memiliki kepastian kompetisi berkelanjutan. Konsistensi ini penting supaya atlet, orang tua, dan sekolah melihat sepak bola wanita sebagai jalur pembinaan yang serius dan berkesinambungan,” ujar Teddy, Selasa (20/1/2026).
Pada Seri 2 ini, Samarinda dan Banjarmasin menjadi kota tambahan dalam program pencarian bakat pesepakbola wanita. Langkah tersebut diambil untuk memperluas basis pembinaan di luar Pulau Jawa serta memperkuat pemerataan pengembangan sepak bola wanita nasional.
Teddy menambahkan, dampak MLSC tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas individu pemain, tetapi juga penguatan ekosistem sepak bola wanita. Saat ini, mulai tumbuh sekolah sepak bola (SSB) putri di berbagai daerah sebagai efek berantai dari terselenggaranya turnamen tersebut.
Founder sekaligus Head Coach SSB None Mude, Leonardo Sedubun, menilai MLSC memiliki dampak signifikan terhadap pemassalan dan perkembangan sepak bola wanita.
“Setelah gelaran MLSC All-Stars, banyak anak yang datang mendaftar latihan. Saat ini sudah ada sekitar 100 atlet di SSB kami. Sebagian bahkan kami rekomendasikan ke SSB lain karena jarak tempat tinggal mereka cukup jauh,” tuturnya.
Salah satu peserta MLSC, Zilda Afna Syaqila, mengaku antusias menyambut MLSC Seri 2. Ia menilai turnamen ini menjadi wadah positif untuk meningkatkan kemampuan teknik sekaligus bahan evaluasi perkembangan diri.
Prestasi sebagai Juara MLSC Jakarta Seri 1 2025/2026 kelompok usia 12 tahun, sekaligus top scorer dengan 30 gol, semakin memotivasinya untuk mengejar mimpi menjadi pemain tim nasional.
Sebagai informasi, MLSC Seri 2 2025/2026 mempertandingkan format 7 lawan 7 untuk kelompok usia 10 dan 12 tahun, Festival SenengSoccer untuk kelompok usia 8 tahun, serta Skill Challenge sebagai sarana pengenalan dan pengembangan kemampuan dasar sepak bola sejak dini.
Setelah seluruh seri di 12 kota rampung, program ini akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang mempertemukan talenta terbaik dari setiap kota hasil kurasi sepanjang turnamen dan mengikuti pelatihan intensif MilkLife Soccer Extra Training. Format pertandingan All-Stars 2025/2026 menggunakan sistem 9 lawan 9 dan dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. (Amri-untuk Indonesia)


