lognews.co.id, Taiwan – Konser penyanyi dan aktor asal Taiwan, Wang Leehom, di China menjadi perbincangan global setelah menampilkan enam penari robot dalam satu panggung. Penampilan tersebut menarik perhatian publik dunia karena memadukan musik pop dengan teknologi robotika modern.
Video tersebut diambil dari konser Wang Leehom di Chengdu yang digelar pada 18 hingga 21/12/25. Tak butuh waktu lama, klip-klipnya langsung menyebar luas dan membuat penonton dari berbagai belahan dunia terpukau, dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial, Wang Leehom tampil membawakan lagu Open Fire sambil menari bersama enam robot yang menampilkan koreografi presisi dan gerakan sinkron. Rekaman konser tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi viral di berbagai platform digital.
Wang Leehom yang kini berusia 49 tahun tampil enerjik di atas panggung, sementara para robot penari mengeksekusi rangkaian gerakan cepat, termasuk salto dan koreografi dinamis, sepanjang penampilan berlangsung.
Keenam robot penari tersebut mengenakan kostum seragam berupa atasan berpayet dan celana kulit hitam sehingga tampil selaras dengan konsep visual konser.
Robot penari tersebut dikembangkan oleh Unitree Robotics, perusahaan robotika berbasis di Hangzhou, China. Robot yang digunakan merupakan bagian dari lini Unitree G1.
Unitree G1 memiliki tinggi sekitar 130 sentimeter dan berat sekitar 35 kilogram. Robot ini dilengkapi sedikitnya 23 motor sendi dan dirancang untuk meniru gerakan tangan serta tubuh manusia guna menghasilkan gerak yang presisi.
Robot tersebut memiliki daya tahan baterai sekitar dua jam dan dipasarkan dengan harga sekitar 13.500 dolar Amerika Serikat atau setara Rp226 juta per unit.
Video penampilan tersebut direkam dalam konser Wang Leehom di Chengdu yang digelar pada 18 hingga 21 Desember 2025 dan langsung menarik perhatian penonton dari berbagai negara.
CEO Tesla, Elon Musk, turut membagikan ulang video konser tersebut melalui media sosial dan menyebut pencapaian tersebut sebagai sesuatu yang mengesankan.
Sementara itu, sejumlah pengguna media sosial melontarkan komentar bernada humor dengan menyebut bahwa kehadiran robot penari tersebut menjadi sinyal bahwa teknologi mulai memasuki ranah pekerjaan seni pertunjukan manusia. (Amri-untuk Indonesia)


