الأربعاء، 04 شباط/فبراير 2026

ITB Tawarkan Program S1–S2 Terpadu 10 Semester bagi Mahasiswa Baru

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Bandung – Institut Teknologi Bandung (ITB) menawarkan program pendidikan terpadu jenjang sarjana hingga magister (S1–S2) yang dapat ditempuh dalam waktu 10 semester. Skema fleksibilitas ini ditujukan bagi mahasiswa angkatan 2025 dan 2026 sebagai opsi percepatan studi lintas jenjang.

Wakil Rektor ITB Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Irwan Meilano, menjelaskan mahasiswa dapat langsung memilih jalur tersebut saat diterima, namun keputusan final dapat dilakukan kembali pada semester tiga atau lima. Mahasiswa yang tidak melanjutkan skema terpadu tetap menyelesaikan studi S1 reguler selama delapan semester.

Meski durasi studi dirancang lebih singkat, jumlah satuan kredit semester (SKS) tidak dikurangi. Untuk jenjang sarjana tetap sekitar 144 SKS, sementara program magister berkisar 45 SKS. Mahasiswa jalur terpadu diperbolehkan mulai mengambil mata kuliah S2 sejak semester lima secara bertahap.

Program ini juga membuka peluang lintas disiplin ilmu. Sebagai contoh, mahasiswa S1 Geodesi atau Matematika dimungkinkan melanjutkan S2 di bidang Informatika atau Manajemen, selama memenuhi ketentuan kurikulum. ITB menilai pendekatan multidisiplin penting untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berubah, terutama di era teknologi kecerdasan buatan.

Menurut Irwan, kurikulum baru ITB mendorong fleksibilitas pembelajaran dengan prinsip setiap mahasiswa dapat merancang masa depannya sendiri. Mata kuliah disusun lebih adaptif agar lulusan mampu bekerja lintas bidang dan menghadapi jenis pekerjaan baru yang mungkin belum ada saat ini.

ITB juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah mitra industri agar mahasiswa program terpadu dapat bekerja sambil menyelesaikan studi magister. Topik tesis diarahkan pada pemecahan masalah nyata di tempat kerja sehingga relevan dengan kebutuhan industri.

Program S1–S2 terpadu ini diharapkan mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing lulusan perguruan tinggi di tingkat nasional maupun global. (Amri-untuk Indonesia)