lonews.co.id, Indramayu - Suara ledakan yang terjadi sekira pukul 12.00 WIB yang disertai kobaran api dan menimbulkan kepulan asap tebal di area sumur bor milik Pertamina Rajaiyang, Desa Rajaiyang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu ramai di media sosial pada Rabu (6/5/2026).
Dalam rekaman berdurasi singkat itu terlihat kobaran api yang diduga berasal dari area fasilitas tersebut, disertai suara perekam yang menunjukkan kepanikan.
Dalam narasinya, pengunggah mengaku merekam kejadian dari sekitar Kantor Desa Rajaiyang dan menyebut dirinya merasa takut. Ia bahkan terdengar melafalkan doa sambil berencana meninggalkan lokasi. “Allahu akbar, Allah maha besar, semoga tidak terjadi apa-apa,” ucapnya dalam video yang kini telah beredar luas di berbagai platform media sosial dan grup percakapan warga.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan menimbulkan beragam respons dari masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan kebenaran informasi tersebut, sementara sejumlah warga sekitar mengaku sempat panik setelah melihat video yang beredar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab maupun lokasi pasti kejadian. Belum dapat dipastikan apakah peristiwa dalam video benar terjadi di fasilitas resmi Pertamina atau di titik lain di sekitar wilayah Rajaiyang.
Aparat setempat dan pihak berwenang diharapkan segera melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi di lapangan. Klarifikasi resmi juga dinilai penting guna mencegah penyebaran informasi yang simpang siur dan berpotensi menimbulkan kepanikan lanjutan di masyarakat.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta tidak menyebarkan ulang video atau kabar yang belum jelas kebenarannya. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun kerugian material akibat dugaan kejadian tersebut, sementara situasi di wilayah Indramayu secara umum dilaporkan masih kondusif.
Perkembangan lebih lanjut masih menunggu hasil klarifikasi resmi dari instansi terkait. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi dari sumber terpercaya untuk menghindari kesalahpahaman. (Amri-untuk Indonesia)



