lognews.co.id, Indramayu – Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menargetkan normalisasi saluran irigasi di wilayah perkotaan dapat diselesaikan dalam kurun waktu satu hingga tiga bulan sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir. Sabtu (30/1/2026).
Lucky Hakim selaku Bupati Indramayu menyatakan normalisasi dilakukan menyusul kondisi sejumlah saluran irigasi yang mengalami pendangkalan serta dipenuhi eceng gondok sehingga menghambat aliran air.
Sejumlah titik prioritas penanganan berada di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pembangunan yang kerap terdampak genangan saat hujan deras. Menurutnya, keberadaan eceng gondok yang tidak segera dibersihkan berpotensi memperparah risiko banjir di wilayah perkotaan.
Pemerintah daerah mulai melakukan pengerukan saluran hingga kedalaman sekitar 2,5 meter guna mengembalikan fungsi drainase secara optimal. Penanganan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas wilayah rawan genangan.
Selain sedimentasi, Pemkab Indramayu juga menyoroti keberadaan bangunan liar yang berdiri di atas saluran irigasi dan mempersempit aliran air. Penertiban akan dilakukan secara humanis namun tegas untuk menjaga fungsi utama saluran drainase.
Sebelumnya, banjir dilaporkan merendam sejumlah kawasan di Kabupaten Indramayu akibat tingginya intensitas hujan sejak 27 Januari 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sekitar 2.771 rumah di 11 desa dan kelurahan terdampak. (Amri-untuk Indonesia)


