الإثنين، 18 أيار 2026

Tragedi Kelam Pasca Kekalahan AREMA Malang Dengan PERSEBAYA Telan 153 Korban Jiwa

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebutkan jumlah korban meninggal sampai pagi ini menjadi 153 orang.
"Saya sebagai salah satu penggila bola ikut berduka atas jatuhnya korban di stadion Kanjuruhan, Malang. Sampai pagi ini informasinya sudah 153 orang yang meninggal dunia,", Beka Ulung Hapsara kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (2/10/2022).


Pada kerusuhan tersebut dua diantaranya merupakan anggota Polri, terdapat juga 14 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 diantaranya merupakan kendaraan Polri.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengungkapkan kerusuhan diduga terjadi lantaran suporter Arema FC kalah dari Persebaya sehingga kondisi Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang mulai memanas pasca berakhirnya pertandingan laga BRI Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya dengan skor 2-3.


"Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial. Melihat kondisi itu, menurut Nico, petugas keamanan berupaya melakukan pencegahan agar para suporter tidak mengejar pemain dan ofisial. " kata Nico dalam konferensi pers Ahad, 2 Oktober 2022.


Aparat keamanan lantas melepaskan gas air mata untuk membubarkan para suporter. Menurut Nico, penembakan gas air mata dilakukan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan dinilai telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.


"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen," kata dia.
Dengan peristiwa kelam di Stadion Kanjuruhan dan persoalan status tuan rumah Piala Dunia U-20 yang akan digelar tahun depan, Koordinator Save Our Soccer Akmal Maharli mengatakan, Indonesia bisa terkena sanksi dari FIFA jika berkaca berkaca dari tragedi Heysel yang menyebabkan Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dan klub-klub Liga Inggris mendapat larangan untuk mengikuti kompetisi sepak bola di seluruh Benua Eropa oleh Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA). (Amr-untuk Indonesia)