lognews.co.id, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan minyak mentah asal Rusia akan segera masuk ke Indonesia dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. (04/05/26)
Bahlil menegaskan prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan stok energi tetap aman. Ia menyebut pengadaan minyak tersebut dilakukan melalui skema business to business (B2B), tanpa merinci lebih lanjut terkait harga maupun teknis transaksi.
Impor minyak mentah ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow, yang menghasilkan kesepakatan pasokan sebesar 150 juta barel dari Rusia. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga stabilitas suplai energi nasional di tengah ketidakpastian global.
Selain minyak mentah, pemerintah juga membuka peluang kerja sama impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Rusia. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan karena stok LPG domestik saat ini dinilai masih berada di atas batas minimum nasional.
Bahlil menekankan dalam situasi global yang fluktuatif, negara harus mengutamakan keamanan pasokan energi, baik untuk kebutuhan bahan bakar minyak jenis solar maupun bensin dengan berbagai tingkat oktan.
Kebijakan diversifikasi sumber energi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada kawasan tertentu, sekaligus memastikan stabilitas pasokan di tengah tekanan geopolitik internasional. (Amri-untuk Indonesia)



