السبت، 21 آذار/مارس 2026

Imbas Penutupan Nyepi: Pelabuhan Ketapang Membeludak pada Penyeberangan Perdana

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Ketapang - Kepadatan luar biasa melanda Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Jumat pagi (20/3/2026) tepat pukul 08.00 WIB. Antrean kendaraan terpantau mengular panjang, didominasi oleh pelat nomor luar Bali yang hendak mudik maupun berwisata ke Pulau Dewata. Situasi ini merupakan imbas langsung dari pembukaan kembali operasional penyeberangan setelah sempat ditutup total demi menghormati kekhusyukan Hari Raya Nyepi.

Penutupan pelabuhan dalam rangka Nyepi sendiri dilakukan secara bertahap di kedua sisi penyeberangan guna memastikan kelancaran transisi. Sisi Ketapang telah ditutup sejak Rabu (18/3/2026) pukul 17.00 WIB, sementara sisi Gilimanuk menyusul mulai Kamis (19/3/2026) pukul 05.00 WITA. Jeda operasional ini mengakibatkan penumpukan volume kendaraan yang signifikan di kantong-kantong parkir sekitar pelabuhan.

Kedua pelabuhan baru kembali dibuka serentak pada Jumat (20/3/2026) pagi ini. Momen pembukaan perdana ini menjadi titik krusial karena ribuan kendaraan dipastikan sudah menunggu giliran menyeberang sejak sehari sebelumnya. Para pengemudi yang tertahan sejak masa penutupan segera memadati area dermaga begitu gerbang pelabuhan resmi dibuka kembali untuk pelayanan umum.

Bagi pemudik, waktu adalah segalanya dalam perjalanan menuju kampung halaman. Banyak dari mereka yang harus berpacu dengan jadwal cuti kerja, rencana berkumpul bersama keluarga besar, hingga target tiba sebelum Hari Raya Idulfitri. Ketertinggalan jadwal akibat penutupan Nyepi membuat para pengendara berharap proses penyeberangan dapat berjalan lebih cepat dari biasanya.

Sadar akan urgensi tersebut, setiap menit keterlambatan kini bisa berdampak panjang terhadap kelancaran arus mudik secara nasional. Strategi percepatan layanan oleh otoritas pelabuhan menjadi kunci utama agar perjalanan ribuan orang ini tetap terkendali. Koordinasi intensif antara petugas darat dan kru kapal terus ditingkatkan untuk meminimalkan waktu tunggu di setiap dermaga yang tersedia.

Selain mempercepat proses naik kapal, pengelola pelabuhan juga mengoptimalkan fungsi buffer zone di sekitar Ketapang. Area ini menjadi kantong penampungan vital bagi kendaraan sebelum diizinkan masuk ke dermaga utama guna mencegah kemacetan total di jalan raya nasional. Petugas di lapangan terus berjaga untuk mengatur alur kendaraan agar proses penyeberangan menuju Bali tetap tertib meski volume kendaraan sedang berada di titik puncak. (Agus-magelang)