Lognews201.com, Peristiwa laka di Jalan Transyogi Cibubur, Bekasi yang menewaskan 10 orang dan lima orang terluka dan sepuluh orang telah diketahui identitasnya dan telah diserahkan kepihak keluarga, dua orang telah berhasil ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.
Kecelakaan lalulintas pada Senin (18/7/22).
Ada fakta terbaru yang berhasil ditemukan polisi di tempat kejadian perkara (TKP) yang melibatkan truk Pertamina di lampu merah
CBD dan ada telah ditemukan 13 titik dilokasi kejadian.
Seperti dikutip dari laman detik.com, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman saat dilokasi kejadian, Selasa (19/7/2022). Mengungkapkan ada 6 fakta fakta laka maut ini yang menjadikan supir dan kernet ini jadi tersangka, fakta pertama adalah cek TKP, bahwa pihaknya telah melakukan 13 titik pemotretan pengambilan scanner objek kecelakaan tersebut, dengan cara seperti itu pihaknya bisa mengetahui awal mula terjadinya kecelakaan yang waktu nya berurutan dari awal sampai akhir dari kecelakaan, dan dengan dibantu dengan sejumlah alat untuk mengolah TKP ternyata dilokasi ditemukan ada banyak titik tubruk atau tabrakan dilokasi kejadian, dari kendaraan roda2 ada sepuluh dan kendaraan roda 4 ada dua.
Latif Usman berharap dari13 titik yang ditemukan dalam jangka waktu satu atau tiga hari kedepan bisa segera tergambar dengan jelas penyebab kecelakaan tersebut,dan pihaknya meminta kepada masyarakat Cibubur karena alasan untuk mengambil beberapa titik maka dihentikan sementara.
Dan fakta yang kedua, polisi mematikan sementara lampu merah di lokasi kejadian seperti diketahui lampu merah itu dipungsikan tiga bulan terakhir dan kini difungsikan sebagai lampu Hazard atau biasa di sebut lampu darurat.
Kombes Latif menjelaskan bahwa situasi lampu sudah dimatikan dan digantikan dengan lampu hazard sebagai pertimbangan dilapangan dan pihaknya telah menutup putaran atau U turun dan itu bersifat permanen dan akan didiskusikan dengan beberapa pihak yaitu dari CBD dan Dishub.
Fakta yang ketiga, setelah Satnarkoba semalam melakukan tes urine terhadap supir dan kernet diketahui hasilnya negatif narkoba seperti yang disampaikan Kapolres Bekasi, Kombes Hengki.
Fakta keempat, dari 10 korban tewas menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulfan dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan pada Selasa (19/7/22) bahwa sudah teridentifikasi dan sudah terdata, 9 korban dibawa ke RS Polri dan yang satu di RS Permata Cibubur.
Daftar Korban tewas kecelakaan truk Pertamina di Cibubur berjumlah 10 orang
1. Siti, 52 tahun (RS Permata Cibubur), warga Limus Pratama Regency, Cileungsi, Bogor
2. Suparno, 51 tahun, TN AL, Komplek TNI AL Jonggol Cileungsi
3. Priastini, 50 tahun, PNS TNI AL, Komplek TNI AL Jonggol Cileungsi
4. Abdi Nurcahyanto, 22 tahun, sopir ojol, warga Cilodong, Kali Baru, Depok
5. Yus Supriatna, 50 tahun, wiraswasta, warga Kampung Cikeas Hilir, Ciangsana, Bogor
6. Sugiatni, 38 tahun, warga Desa V, Kujang Bayan, Purworejo
7. M Sirad, 41 tahun, warga Desa V, Kujang Agung Bayan
8. Moh Ruslan, 44 tahun, warga Pancalang, Kuningan
9. Shinto Hutapea, 48 tahun, warga Jalan Cililitan Besar, Kramat Jati, Jakarta Timur
10. Warnih, 42 tahun, warga Kampung Cikeas Hilir, Ciangsana, Bogor.
Fakta kelima, dari jawaban pertanyaan wartawan detik.com kepada pihak CBD yaitu Harun Hajadi sebagai Direktur Ciputra Group pada Selasa (19/7) sebelumnya ada usul untuk.membuat rekayasa lalulintas dipertigaan yang jadi lokasi kecelakaan ke pihak Dishub,karena menurutnya persimpangan Transyogi dan proyek CBD simpangnya terlalu besar.
Berhubung dirinya tidak ingat kapan usulan itu disampaikan ke Dishub Kota Bekasi maka akhirnya lampu lalu lintas itu dipasang dilokasi dan sudah terpasang bulan Maret 2021 dan itu bisa terlihat dari Google Street View dan hanya lampu oranye saja yang menyala, sementara baru tiga bulan lampu merah dinyalakan jadi tidak sepenuhnya akibat lampu merah terjadinya kecelakaan itu.
Menurut Harun bahwa kecelakaan bisa terjadi apalagi sedang macet dan rem kendaraan blong.
Haeun menjelaskan bahwa usulan untuk adanya rekayasa lalu lintas iru dimaksudkan agar mengurangi kemacetan di kawasan di Jl.Transyogi.
Dan Fakta keenam, Penetapan dua tersangka kasus laka mau truk tangki BBM setelah semalam melalui proses pemeriksaan oleh Subdit Gakkum Polda Metro Jaya dan Satlantas Polda Metro Bekasi.
Kabid Humas Pokda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menjelaskan inisial tersangka sang supir " S" dan kernet "K". (Dunkz)


