lognews.co.id, Sukabumi – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan akan memberikan sanksi kepada aparat Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Sukabumi, menyusul meninggalnya seorang balita perempuan berinisial R dalam kondisi mengenaskan, di mana tubuhnya dipenuhi lebih dari satu kilogram cacing.
Menurut Dedi, kejadian tragis ini menunjukkan bahwa fungsi-fungsi pelayanan dasar di desa tersebut tidak berjalan sesuai harapan. “Kepada Ketua Tim Penggerak PKK, Kepala Desa, Bidan Desa yang berada di daerah tersebut, yaitu Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, saya beri perhatian serius dan dimungkinkan saya akan memberikan sanksi bagi desa tersebut,” ungkap Dedi Mulyadi dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Rabu (20/8).
Dedi menjelaskan bahwa banyak fungsi penting, seperti pergerakan PKK, posyandu, serta layanan kebidanan, tidak terlaksana dengan baik di desa itu. “Karena fungsi-fungsi pokok pergerakan PKK-nya tidak jalan, fungsi posyandu-nya tidak berjalan dan fungsi kebidanannya tidak berjalan,” tambahnya.
Berdasarkan keterangan dokter yang menangani balita tersebut, R meninggal dunia akibat penyakit cacingan yang akut. Kondisi balita yang malang ini menjadi lebih kompleks karena keluarganya menghadapi banyak kesulitan. Ibunya adalah Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sedangkan ayahnya menderita penyakit paru-paru TBC. Selama ini, R banyak dirawat oleh sang nenek karena kondisi orang tuanya yang tidak sehat.
Dedi juga mengungkapkan bahwa sejak kecil balita itu terbiasa bermain di kolong rumah yang kotor dan bercampur dengan ayam serta kotoran, sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi cacing. “Dia sejak balita terbiasa di kolong rumah dan di kolong rumah itu bersatu dengan ayam dan kotoran sehingga dimungkinkan dia seringkali tangannya tidak pernah dicuci, kemudian mulutnya kemasukan cacing sehingga menimbulkan cacingan yang akut,” jelasnya.
Kasus ini menjadi peringatan bagi aparat desa dan pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan dan fungsi pelayanan dasar demi melindungi masyarakat, terutama anak-anak, dari kondisi kesehatan yang memprihatinkan.


