Lognews201.com, Malang - Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V Brawijaya Kolonel Arm Kusdi membenarkan bahwa personel bersangkutan memang sudah meminta maaf secara langsung kepada korban di Malang. Dia didampingi oleh Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto.
"Betul, kemarin didampingi langsung sama Pak Pangdam itu. Jadi orangnya yang nendang sekarang sudah diproses di Pomdam," ujar Kusdi kepada detikJatim, Rabu (5/10/2022).
Muhammad Hazemi Rafsanjani (Rafi) pelajar yang menjadi korban tendangan oleh oknum TNI AD, diajak untuk memeriksakan diri ke dokter oleh Pangdam.
"Kedua, saya ingin memastikan kondisi dek Rafi ini seperti apa. Besok saya minta dek Rafi periksa kesehatan ke RS Soepraoen. Meski saat ini kondisinya sehat dan ada rasa nyeri sedikit, tetap kami minta Dek Rafi memeriksakan di RS milik TNI AD," ujar Pangdam V/Brawijaya.
Pada kesempatan itu Pangdam V/Brawijaya juga memberikan bantuan pengobatan gratis terhadap ayah Rafi yang saat ini sedang mengalami penyempitan saraf. Pangdam V Brawijaya berharap insiden Kanjuruhan tidak terulang kembali
Personel TNI yang melakukan tendangan 'kungfu' ke suporter Arema kini sedang menjalani proses pemeriksaan oleh Polisi Militer Kodam (Pomdam) V Brawijaya.
Meski begitu, Kusdi mengatakan bahwa permintaan maaf itu tidak mengurangi proses hukum yang harus dijalani oleh personel bersangkutan. (Amr-untuk Indonesia)



