الأربعاء، 08 نيسان/أبريل 2026

Trump Setujui 10 Tuntutan Iran Dan Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Jakarta — Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata dua pekan setelah Presiden AS Donald Trump menerima proposal 10 poin yang diajukan Teheran sebagai dasar perundingan damai. Keputusan ini diumumkan Trump melalui Truth Social, sementara Iran menyatakan gencatan tersebut sebagai kemenangan diplomatik setelah lebih dari sebulan konflik sejak 28 Februari. (8/4/26)

Dalam pernyataannya, Trump menyebut serangan lanjutan terhadap Iran ditangguhkan dengan syarat pembukaan penuh dan aman Selat Hormuz. Ia menegaskan seluruh tujuan militer AS telah terpenuhi dan proses finalisasi kesepakatan jangka panjang “sudah sangat dekat”. Verifikasi Eni menunjukkan bahwa laporan Reuters, AP, dan Al Jazeera menyebut Pakistan menjadi mediator utama setelah kedua negara melakukan kontak tidak langsung selama sepekan terakhir.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyerukan persatuan nasional selama masa gencatan, menyebut dua pekan ini sebagai fase konsolidasi kemenangan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memastikan jalur aman Selat Hormuz dibuka terbatas melalui koordinasi dengan militer Iran setelah jalur itu ditutup selama operasi AS–Israel. Data International Maritime Security Construct (IMSC) menunjukkan lebih dari 20% perdagangan minyak global melewati selat ini, dan penutupan sementara memicu lonjakan risiko pengiriman internasional.

Trump menegaskan bahwa hampir seluruh poin perselisihan lama telah dijembatani dan kedua pihak menilai proposal Iran sebagai dasar yang layak untuk negosiasi final. Sementara itu, laporan CNN Indonesia yang dikonfirmasi ulang oleh Eni menyebut 10 tuntutan Iran yang akhirnya diterima AS berdasarkan publikasi Tasnim News Agency. Poin-poin itu mencakup komitmen non-agresi, pengakuan hak pengayaan uranium, pencabutan sanksi primer dan sekunder, pembatalan resolusi PBB dan IAEA, kompensasi atas kerusakan di Iran, penarikan pasukan AS dari kawasan, serta penghentian perang di seluruh front termasuk dukungan terhadap kelompok perlawanan di Lebanon.

Reuters menambahkan bahwa posisi Iran dalam negosiasi kali ini lebih kuat setelah keberhasilan mempertahankan beberapa fasilitas strategis, sementara AS menghadapi tekanan internal dan eksternal untuk menghentikan eskalasi yang dapat memicu gangguan energi global. Pakistan dijadwalkan menjadi tuan rumah pembicaraan lanjutan pada 10 April dengan dukungan Qatar dan Oman sebagai jalur komunikasi tambahan untuk mencegah salah perhitungan militer.

Gencatan dua pekan ini diperkirakan menjadi jendela diplomatik paling penting sejak eskalasi dimulai. Pejabat kawasan yang dikutip Arab News menyebut kedua negara masih menyusun mekanisme verifikasi teknis, termasuk pengawasan pembukaan Selat Hormuz dan tahapan implementasi tuntutan Iran. AS dan Iran masih berada pada posisi rentan, namun mediator menilai ruang kompromi kini lebih besar dibanding fase-fase sebelumnya.

. (Amri-untuk Indonesia)