الأربعاء، 04 شباط/فبراير 2026

Ikan Tambakan, Spesies Unik Air Tawar Asia Tenggara

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Indonesia – Ikan tambakan merupakan salah satu spesies ikan air tawar yang tersebar luas di perairan Sumatera dan Kalimantan. Di berbagai daerah, ikan ini dikenal dengan nama berbeda, seperti ikan terbakan di Jawa Barat, tambalang di Jambi, ikan sapil di Sumatera Selatan, serta biawan di Kalimantan. Ikan tambakan hidup di sungai, anak sungai, daerah genangan, hingga muara sungai yang berlubuk dan dikelilingi vegetasi hutan. (28/1/26)

Ikan tambakan menjadi satu-satunya anggota famili Helostomatidae yang ditemukan di Asia Tenggara. Selain dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi, ikan ini juga dipelihara sebagai ikan hias karena warna tubuhnya yang unik serta perilaku khasnya yang tampak seperti “mencium” objek atau ikan lain.

Ciri Fisik dan Morfologi

Menurut berbagai penelitian, ikan tambakan memiliki tubuh berbentuk oval memanjang dan tertekan ke samping. Mulutnya kecil, monyong, dan dapat disembulkan, dengan bibir tebal serta gigi yang tersusun di bagian bibir. Sisiknya tergolong stenoid, terasa kasar karena memiliki duri di tepinya. Warna tubuh bagian punggung kehijauan keabu-abuan, lebih terang dibanding bagian perut, serta memiliki garis-garis memanjang.

Ikan ini dapat tumbuh hingga panjang sekitar 30 sentimeter. Ciri khas lainnya adalah bibir besar dan tebal yang membuatnya tampak seperti sedang berciuman, yang sebenarnya merupakan perilaku agresif untuk menentukan dominasi.

Kemampuan Adaptasi dan Habitat

Ikan tambakan memiliki alat pernapasan tambahan yang dikenal sebagai labirin, sehingga mampu bertahan di perairan dengan kadar oksigen rendah. Kemampuan adaptasi ini membuat ikan tambakan cocok hidup di kolam dengan sirkulasi air terbatas maupun perairan yang bersifat marginal.

Habitat ikan tambakan meliputi sungai, danau, dan perairan tawar lainnya di Asia Tenggara, terutama Thailand hingga Indonesia.

Pola Makan

Ikan tambakan bersifat omnivora atau pemakan segala. Makanannya meliputi lumut, tanaman air, cacing kecil, zooplankton, serangga air, hingga detritus. Sifat omnivora ini membuat ikan tambakan relatif mudah dibudidayakan karena tidak bergantung pada pakan berprotein tinggi.

Nilai Ekonomi dan Budaya

Ikan tambakan memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek besar dalam budidaya perikanan air tawar. Selain dikonsumsi, ikan ini dimanfaatkan sebagai pakan ikan dalam keramba jaring apung. Bahkan, telur ikan tambakan dimanfaatkan dalam tradisi adat Lampung sebagai bekal keberangkatan haji.

Ancaman terhadap Populasi

Penurunan populasi ikan tambakan dipengaruhi oleh penangkapan yang tidak terkendali, termasuk tertangkapnya ikan yang sedang matang gonad sehingga gagal memijah. Selain itu, masuknya spesies ikan non-endemik ke suatu perairan dapat menjadi kompetitor atau predator yang mengancam keberadaan ikan tambakan.

Meski belum masuk kategori terancam punah, ikan tambakan tetap menghadapi risiko akibat perubahan habitat dan eksploitasi berlebihan. Oleh karena itu, upaya konservasi dan pengelolaan perikanan berkelanjutan menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan spesies ini. (Amri-untuk Indonesia)