الأربعاء، 04 شباط/فبراير 2026

Pintu Memuai? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id,  – Gangguan pada pintu rumah sering kali terjadi tanpa disadari, mulai dari bunyi berderit, pintu seret, turun, hingga kunci macet. Salah satu penyebab utama masalah tersebut adalah perubahan ukuran daun pintu akibat pemuaian material. Kondisi ini umum terjadi pada pintu yang sering digunakan, seperti pintu utama dan pintu kamar.

Pemuaian pintu dipengaruhi oleh faktor cuaca, suhu, dan kelembapan udara, terutama pada material kayu dan logam. Kayu mudah menyerap kelembapan sehingga ukurannya bertambah tebal atau lebar, sedangkan logam dapat memuai akibat paparan panas dalam waktu lama. Jika rongga antara pintu dan kusen tidak cukup, pintu akan sulit dibuka atau ditutup.

Penyebab Pintu Memuai

Pertama, material kayu yang menyerap kelembapan dapat mengalami perubahan ukuran. Saat suhu turun, kayu akan menyusut, sementara pada kondisi lembap ukurannya bertambah. Kedua, material logam yang terpapar panas akan memuai, sehingga dapat melengkung jika ruang geraknya terbatas. Ketiga, pemasangan pintu dengan rongga yang tidak ideal juga memperparah gangguan fungsi pintu.

Secara umum, pemuaian pintu merupakan hal wajar dan dapat kembali normal jika faktor lingkungan tidak ekstrem. Namun, jika perubahan ukuran terus terjadi, diperlukan langkah penanganan.

Cara Mengatasi Pintu yang Memuai

1. Penjemuran
Penjemuran efektif untuk pintu kayu yang menyerap kelembapan. Letakkan pintu di area yang terkena sinar matahari secara merata. Untuk pintu logam, hindari paparan panas berlebihan.

2. Penyerutan atau Pemotongan
Jika pemuaian sudah signifikan, ukuran pintu perlu dikurangi melalui penyerutan (kayu) atau pemotongan (logam). Proses ini harus dilakukan secara presisi agar fungsi dan estetika pintu tetap terjaga.

3. Pemasangan Ulang dengan Ukuran Tepat
Pastikan jarak antara pintu, kusen, dan lantai cukup untuk mengantisipasi pemuaian di masa depan.

Cara Meminimalisir Pemuaian Pintu

1. Pemilihan Material
Gunakan kayu berkualitas yang telah melalui proses pengeringan atau pilih material alternatif seperti pintu komposit (WPC) dan fiberglass yang lebih tahan suhu dan kelembapan.

2. Teknik Pemasangan yang Tepat
Pastikan rongga antara pintu dan kusen sesuai standar agar pintu tetap berfungsi optimal meski terjadi pemuaian.

3. Lapisan Pelindung
Gunakan cat pelindung tahan air dan lakukan penyegelan dengan karet khusus untuk menjaga stabilitas suhu dan kelembapan ruangan.

4. Penambahan Aksesori Pintu
Pemasangan door closer dapat membantu menutup pintu secara otomatis, mengurangi pertukaran suhu udara, sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan.

Dengan perawatan dan pemilihan material yang tepat, risiko pemuaian pintu dapat diminimalkan sehingga fungsi pintu tetap optimal dalam jangka panjang.. (Amri-untuk Indonesia)